Jakarta (13/9). Dalam upaya membangun keluarga yang rukun, harmonis, dan saling menguatkan, PAC LDII Pondok Karya sukses menggelar kegiatan Gerakan Orang Tua Menasihati Anak. Acara yang berlangsung di Masjid Baitussyakur, Jakarta Selatan, pada Jumat (11/9) ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari orang tua dan anak. Kegiatan ini dirancang sebagai sarana untuk menumbuhkan serta mengamalkan 29 Karakter Luhur secara berkelanjutan di lingkungan keluarga.
Perwakilan Pengurus PAC LDII Pondok Karya, Ahmad Fahrian menegaskan, pentingnya keteladanan orang tua (uswatun hasanah) dan komunikasi dua arah dalam pembentukan karakter anak. Menurutnya, mendengarkan adalah kunci utama sebelum memberikan penilaian atau nasihat.
“Fokus utama kegiatan GOMA adalah membangun sikap saling menghargai, terbuka, peduli, dan memahami. Orang tua perlu menjadi contoh nyata dalam menunjukkan sikap sabar, jujur, dan rajin beribadah. Nasihat akan jauh lebih mudah diterima ketika anak melihat orang tuanya menjalankan apa yang diucapkan,” ujar Fahrian.
Sejalan dengan hal tersebut, pemateri Irfan Rizky menyoroti pentingnya peran orang tua dalam menciptakan ruang aman bagi anak secara emosional. Ia mengapresiasi antusiasme para peserta yang dinilainya sangat membantu tenaga pendidik dalam menjembatani komunikasi antara orang tua dan anak.
“Orang tua tidak hanya perlu menyediakan rumah secara fisik, tetapi juga harus menjadi rumah secara batin, tempat pulang yang sebenarnya. Ketika bonding emosional sudah terjalin kuat, anak akan dengan sendirinya memupuk rasa khusnudzon dan senantiasa jujur kepada orang tuanya,” jelas Irfan.
Manfaat kegiatan ini dirasakan langsung oleh para peserta. Aditya Fadhil Ramadhan, salah satu remaja yang hadir, mengaku merasa lebih dihargai ketika orang tua mau mendengarkan sudut pandangnya. Ia pun berkomitmen untuk menerapkan nilai kejujuran, kerukunan, serta menghormati orang tua dalam kehidupan sehari-hari.
Dukungan penuh juga datang dari perwakilan orang tua, Sumadi. Ia merasa diingatkan kembali akan pentingnya membuka ruang dialog dengan anak dan berharap program ini dapat diselenggarakan secara berkala.


“Kami sangat menyambut baik program GOMA ini. Ke depannya, kami berharap kegiatan seperti ini dapat rutin diadakan satu bulan sekali agar penanaman karakter luhur serta komunikasi yang harmonis dalam keluarga terus terjaga secara berkelanjutan,” ungkap Sumadi. (*/senja/anr)
